Rumah Kita
Friday, May 18, 2012
Jodoh
Yang satu matahari…
Yang satu bintang…
Sama berpijar… mempesona…
Matahari menawarkan kehangatan…
Bintang memberikan keteduhan…
Tanpa banyak kata bintang mencuri, hatiku. Lalu apa yang harus kukata? Jika matahari meminta asa yang pernah dititipkannya, Cintaku. Ahhh akulah bulan yang malang, terjebak dalam rasa yang rumit….
Saat rindu membuncah, saat tangisku pecah. Hatiku menjadi gelisah. Pikiranku pun gundah. Saat kumerasa kalah. Kalah terhadap janjiku sendiri. Kalah terhadap cita-cita yang terpatri. Namun akal sehatku menggeliat menolak. Aku harus tetap berdiri tegak. Teguhkan hati untuk beranjak. Selesaikan tugas sampai tiba finish kontrak.
Enyahkan segala rasa. Himpun kasih atasnya…
”My life is perfect because i have you” …. haruskah kuabai rayu itu?? ahhh susahnya jadi bulan yang plin plan…
Bulan tak akan plin plan hnya mentari menyekat di sela kolong langit kehampaan…
Atau mungkin kelak bulan memilih menjadi sabit yang tergulung malam…
Tanpa bintang, tanpa matahari…
Malam akan mengikis sebuah kata…
Bintang akan terbenam dalam bara mentari…
Bulan, Bintang, dan Matahari jadi abu tanpa bara…
Matahari…
Bintang…
Matahati…
Bintanghati…
Terimakasih atas cahaya cinta yang menyilaukan…
Dalam semesta langit hati yang berpendar…
Bulan mencari jawab…
Bintang….
Matahati….
Bintang hati
Di bilik ini rongga setiap titik gelora
Bumi tetap slamu menengadah
Seloroh cinta menyepi karang terelung.
Saturday, March 10, 2012
Doa
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku ?
dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
setelah menghalaukan panas terik,
angin malam mengembus lemah, menyejuk
badan , melambung rasa,
menayang fikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap-malam menyirak kelopak.
Aduh kekasihku, isi hatiku dengan katamu,
Penuhi dengan cahayamu, biar bersinar mataku
sendu, biar berbinar gelakku rayu!
badan , melambung rasa,
menayang fikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap-malam menyirak kelopak.
Aduh kekasihku, isi hatiku dengan katamu,
Penuhi dengan cahayamu, biar bersinar mataku
sendu, biar berbinar gelakku rayu!
Subscribe to:
Posts (Atom)